Team Work

Kelompok 2 Mata kuliah TIK Mensi 2014.

Showing posts with label Sumatera Barat. Show all posts
Showing posts with label Sumatera Barat. Show all posts

Thursday, December 11, 2014

Pulau Sikuai Padang




PERNAHKAH anda membayangkan satu tempat menakjubkan seperti surga? Hamparan pasir putih, deretan pepohonan kelapa yang tertata rapi, suasana sejuk, birunya laut, indahnya warna warni ikan dan terumbu karang, hijaunya pepohonan, lezatnya makanan serta asyiknya candaan aneka satwa? Semua keajaiban itu ada dalam satu paket khusus surga dunia di Pulau Sikuai.



Sikuai kini dikembangkan menjadi satu objek wisata bahari unggulan di Kota Padang. Pada pulau ini wisatawan bisa melakukan sejumlah aktivitas marina seperti snorkeling, diving, memancing, atau hanya berenang di atas jernihnya laut Pulau Sikuai sambil menikmati indahnya warna-warni biota laut termasuk terumbu karang. Kawasan pulau itu perpaduan keindahan laut beserta isinya serta damainya pulau dengan hutan yang masih tertata alami tanpa sentuhan tangan-tangan jahil yang merusak.
    
Wisatawan domestik asal Kota Padang, Afrianita yang berkunjung ke Pulau Sikuai, merasa nikmat berenang di tenangnya air laut  Pulau Sikuai. Hanya dengan menyelam pada kedalaman beberapa meter saja, pengunjung telah bisa menikmati keindahan warna warni terumbu karang. Anda seperti berada pada akuarium raksasa dengan ragam keindahan biota laut dengan warna yang menarik. "Tidak perlu menyelam terlalu dalam, saya sudah bisa melihat ikan warna-warni, terumbu karang dan aneka biota laut lainnya," katanya dengan nada sumringah.
    
Puas berenang dan menyelam, pengunjung bisa menikmati aktivitas berjalan-jalan di sepanjang pantai berpasir putih bersih sambil mengumpulkan aneka jenis karang mati yang terdapat di kawasan tersebut. Pasir pantai tersebut sangat halus, padat dan bersih dari aneka jenis sampah sehingga sangat menyenangkan berjalan atau berlarian di atasnya.
    
Bagi para pengumpul karang, tentu aktivitas ini bisa menimbulkan keasyikan tersendiri karena banyak jenis karang unik dengan warna beragam bisa diperoleh untuk dibawa pulang. "Saya mengumpulkan kerang dan pasirnya untuk dibawa pulang dirangkai menjadi hiasan dinding," kata wisatawan asal Bukittinggi Sri mengaku berkunjung ke pulau impian itu bersama teman-temannya.
    
Setelah kelelahan mengumpulkan aneka jenis karang dan pasir tersebut, wisatawan bisa menikmati keindahan laut pantai sambil tiduran ditemani semilir angin pantai. Suasana itu terasa sangat damai, karena tidak ada suara bising. Yang ada hanya semilir hembusan angin, gesekan daun kelapa dan deburan ombak menemani tidur siang di pinggir pantai berhawa sejuk itu.
    
Sore menjelang, puas melakukan aktivitas di pantai, kini saatnya untuk menikmati keindahan daratan Pulai Sikuai, dengan bersepeda atau berjalan kaki menjelajah keliling pulau yang banyak ditumbuhi banyak pepohonan nyiur ini. Berkeliling Pulau Sikuai menyenangkan dan suasananya sangat alami karena begitu banyak pepohonan hijau menghiasi kiri kanan jalannya.
    
Hanya membutuhkan waktu sekitar 45 menit, pengunjung bisa menyelusuri sekeliling pulau sambil menyaksikan anek jenis hewan khas Sikuai, seperti biawak, monyek, serta ratusan jenis burung dengan warna yang beragam.
    
Pesona Pulau Sikuai terasa semakin menawan, tentu saja dengan menikmati indahnya warna merah keemasan matahari yang akan tenggelam. Sudut pandang ini terdapat pada satu bukit kecil terdapat di tengah-tengah pulau. Pada bukit itu terdapat beberapa tempat duduk yang dijadikan tempat bersantai sambil menunggu matahari tenggelam dan gelap datang menjelang. Suasana tersebut adalah satu moment yang ditunggu-tunggu para wisatawan yang datang berkunjung pada satu pulau terindah di Sumatera Barat itu.
    
Bagi yang hobi makan, di pulau ini juga tersedia satu unit restoran yang menyajikan aneka hidangan khas pantai yang tentu saja akan menambah nafsu makan. Pengunjung bisa memesan aneka jenis makanan dan minuman dengan harga terjangkau.
    
Khusus istirahat di malam hari, juga tersedia, 52 unit bungalow yang terlihat apik dengan desain khusus, yang tentu saja membuat istirahat menjadi lebih nyaman.

 
 Paket 100 ribu
    
Jika anda membayangkan menikmati semua keindahan tersebut dengan biaya mahal, tentu saja salah. Manajemen Pulau Sikuai kini menawarkan harga khusus bagi pengunjung yang ingin menikmati surga itu hanya dengan dana Rp100 ribu.
    
Selama satu hari menikmati keindahan pulau termasuk akomodasinya wisatawan hanya dipungut bayaran Rp100 ribu saja. Pengunjung dari Kota Padang, berangkat dengan kapal cepat ke Pulau Sikuai.
    
Hanya butuh waktu 20 sampai 40 menit menyusuri laut yang tenang dan indah, sebelum akhirnya tiba di pulau impian itu. Jika membayangkan perjalanan akan membosankan, lagi-lagi anda salah.
    
Sepanjang perjalanan itu juga menjadi satu daya tarik tersendiri. Kita bisa menikmati keindahan laut, sambil melihat aktivitas nelayan tradisional yang sesekali berpapasan dengan kapal cepat pembawa penumpang itu.
    
Setiba di Pulau Sikuai dan turun dari kapal, pengunjung disambut segarnya air kelapa muda, seakan mengucapkan selamat datang kepada para tamu, dan setelah itu keajaiban demi keajaiban alam dimulai.
    
Soal ancaman tsunami, tidak perlu takut karena di pulau telah dipasang alat pendeteksi gempa dan tsunami, oleh LIPI, bekerjasama dengan California Institute of Technology.
    
Jadi tunggu apalagi, jika ke Sumatera Barat, jangan sampai tidak singgah ke Pulau ini, karena semua keindahan surga dunia itu menunggu anda disini.

Tuesday, December 9, 2014

Jam Gadang, Ikon Wisata Kota Bukittinggi

Pernahkah Anda mendengar atau melihat langsung Big Ben di London? Atau bila Anda belum bisa ke sana, Anda tidak perlu khawatir karena rasa penasaran Anda mungkin bisa sedikit terobati dengan “Big Ben” nya Indonesia yang berada di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, yaitu Jam Gadang (atau diartikan dalam Bahasa Indonesia yaitu Jam Besar). Setelah puas dengan melihat-lihat atau berfoto di Jam Gadang ini, Anda juga bisa memanjakan diri Anda dengan berbelanja souvenir atau oleh-oleh untuk orang-orang terkasih dengan berkunjung ke Pasar Atas Pasar Bawah.

Objek Wisata
Sumatera Barat adalah salah satu provinsi yang terkenal dengan banyaknya tempat wisata, salah satunya di Kota Bukittinggi. Bukittinggi begitu banyak menyajikan tempat-tempat refreshing yang bisa Anda kunjungi untuk melepas stres selama bekerja atau sebagai alternatif tempat menyalurkan jiwa traveller Anda. Wisata Anda di Bukittinggi tentu tidak boleh melewatkan kunjungan ke Jam Gadang.

Jam Gadang adalah sebuah menara jam yang berada di pusat Kota Bukittinggi. Menara jam kebanggaan masyarakat Bukittinggi ini memiliki jam dengan ukuran sangat besar, itulah alasan dinamakannya Jam Gadang yang diambil dari Bahasa Minangkabau. Jam seluas 13×4 meter dengan tinggi 26 meter ini memiliki beberapa tingkat dengan tingkat yang paling atas sebagai penyimpanan bandul yang sempat patah ketika terjadi gempa pada tahun 2007, sehingga harus diganti dengan bandul yang baru.
Pada Jam Gadang, terdapat empat jam yang memiliki ukuran relatif besar dengan diameter 80 cm. Jam ini sendiri langsung didatangkan dari Rotterdam, Belanda. Pada masa itu, pelayarannya dilakukan melewati Pelabuhan Teluk Bayur. Uniknya lagi, gerakannya dilakukan secara mekanik oleh mesin yang hanya dibuat dua unit di dunia, yaitu Jam Gadang dan Big Ben di London, Inggris. Vortmann Relinghausen adalah nama pabrik pembuat mesin jam ini yang terletak di Jerman, sekitar tahun 1892. Bahkan, nama tersebut juga tertera pada tubuh Jam Gadang tepat di bagian loncengnya. Keunikan lain dari ikon Kota Bukittinggi ini adalah penyangganya yang bukan menggunakan besi dan semen, melainkan campuran dari kapur, putih telur dan pasir putih.
Berdasarkan sejarahnya, Jam Gadang adalah hadiah dari Ratu Belanda kepada Rook Maker, seorang Controleur Sekretaris Kota Bukittinggi pada masa Pemerintahan Belanda. Jika Anda memperhatikan dengan seksama, ada hal janggal yang akan Anda temui dalam penulisan angka penunjuk jamnya. Bila biasanya angka “4” dalam tulisan romawi adalah “IV”, di jam yang dibangun oleh arsitek Yazid Sutan Gigi Ameh ini tertulis angka romawi “IIII” sebagai penanda pukul empat. Atap Jam Gadang berbentuk gonjong yang merupakan atap rumah adat Minangkabau. Di sekitar Jam Gadang juga terdapat taman dengan banyak bangku. Suasana malam Anda di sini akan menjadi sangat romantis sebab pada malam hari Jam Gadang dihiasi dengan kerlip cahaya lampu berwarna warni.
Tidak jauh dari Jam Gadang, terdapat tempat wisata lainnya yang bisa Anda kunjungi yaitu Pasar Atas Pasar Bawah. Jika Anda sudah puas berkeliling di Jam Gadang, Anda bisa lanjut memanjakan diri Anda dengan berbelanja di pasar yang tepat terletak di belakang Jam Gadang. Pasar ini terbagi menjadi tiga tingkatan, yaitu Pasar Atas, Pasar Lereng dan Pasar Bawah. Ketika Anda mulai memasuki area pasar, maka Anda akan disambut oleh patung macan yang seolah-olah akan menerkam Anda.
Jika Anda senang berbelanja pakaian, maka Anda harus memasuki Pasar Atas karena di pasar ini banyak berjejer toko kain siap jahit. Biasanya kain yang dijual adalah kain sulaman khas Padang. Di sini menjual pakaian mulai dari anak-anak sampai orang dewasa, pria dan wanita dengan harga yang beragam juga, mulai dari harga puluhan ribu sampai jutaan rupiah, tergantung jenis bahan dan sulamannya. Setelah itu bila Anda ingin membeli souvenir khas Bukittinggi, berkunjunglah ke Pasar Lereng. Kenapa disebut Pasar Lereng? Karena bentuk struktur tanahnya yang miring mengikuti kontur jalan. Di pasar ini Anda bisa mendapatkan gantungan kunci, kaos bertuliskan “I Love Bukittinggi”, hingga boneka pengantin Minangkabau. Dan untuk mendapatkan itu semua, maka Anda harus pintar-pintar menawar harga semurah mungkin.
Di sini Anda juga bisa mencicipi aneka jajanan seperti karakaliang, dadiah, nasi kapau dan karipik lado hingga makanan khas Padang yang hanya bisa Anda dapatkan di sini yaitu ampiang dadih, tentunya dengan harga yang masih terjangkau. Bagi ibu rumah tangga yang keluarganya senang dengan makanan khas padang, sangat cocok bila mengunjungi Pasar Bawah. Di pasar ini Anda akan menemukan para pedagang yang menjual bumbu jadi untuk masakan Padang, dan aneka sayur serta buah-buahan.
Lokasi
Jam Gadang terletak di Pusat Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Pulau Sumatera dan Pasar Atas Pasar Bawah berada tepat di belakang Jam Gadang.

Akses

Untuk bisa mencapai Kota Bukittinggi Anda dapat menggunakan jalur udara yang tiba di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padang yang dilanjutkan dengan jalur darat dengan menggunakan taksi resmi dengan tarif borongan Rp.222.000,- (termasuk murah bila berempat atau berlima). Tetapi jika Anda ingin menggunakan mobil travel seperti travel AWR dengan tarif Rp.30.000,-/orang, namun Anda harus keluar bandara terlebih dahulu. (Tarif per 2013).

Harga Tiket
Anda tidak harus mengeluarkan budget khusus untuk bisa menikmati keindahan dan panorama dari Jam Gadang karena untuk itu semua Anda tidak akan dikenakan biaya tiket masuk.

Fasilitas dan Akomodasi
Jika Anda berasal dari luar kota Bukittinggi, maka Anda tidak perlu bingung dengan masalah tempat penginapan karena di sekitar Jam Gadang terdapat banyak hotel dengan tarif yang terjangkau, seperti yang berlokasi di Laras Dt. Bandaro Soekarno-Hatta Jalan Dr. A. Rivai-Jenderal Sudirman. Di sekitar Jam Gadang juga terdapat banyak para pedagang yang menjajakan dagangannya yang merupakan makanan khas Padang.

sumber : www.gosumatra.com
Post       : Putri Merlisa W